4 Reaksi Tubuh Yang Harus Kita Waspadai



Kram, mata berkedut atau cegukan merupakan reaksi pada tubuh yang pernah dialami hampir setiap orang dan umumnya dianggap tidak berbahaya. Tapi bukan berarti bisa diabaikan jika terjadi terus menerus dan cukup sering. Bisa jadi itu adalah sinyal yang coba disampaikan tubuh tentang kondisi kesehatan Anda. Berikut ini uraiannya, seperti dikutip dari Oprah.



1. Kram Pada Kaki
Berjalan seharian menggunakan high heels atau sepatu yang tidak nyaman bisa menyebabkan ketegangan pada otot betis, yang bisa membuat kram bahkan kejang beberapa jam kemudian. Kemungkinan lainnya, kram juga bisa terjadi apabila terjadi ketidakseimbangan elektrolit pada cairan tubuh alias dehidrasi.

Untuk mencegah kram, gunakan sepatu yang nyaman, cukupi asupan cairan dan lakukan diet kaya elektrolit seperti makanan mengandung kalsium, potassium dan magnesium. Sementara untuk menyembuhkan kram, duduklah di lantai dengan kaki lurur ke depan. Bungkukkan badan lalu raih telapak kaki menggunakan tangan. Cara ini akan merenggangkan otot betis dan kaki.

Anda perlu periksa ke dokter apabila terus menerus merasakan kram pada kaki hingga satu minggu, atau sampai mengganggu jam tidur. Ada kemungkinan terjadi ketidakseimbangan elektrolit yang cukup akut sehingga perlu bantuan dokter untuk mengatasinya.

2. Cegukan
Cegukan terjadi ketika diafragma (otot yang memisahkan dada dan perut) mendadak berkontraksi, menyebabkan bergerak naik turun tanpa sadar. Salah satu saraf yang mengatur gerakan diafragma ini adalah saraf phrenic. Biasanya cegukan disebabkan karena makan yang terlalu banyak sehingga otot diafragma kejang. "Cegukan bisa menjadi tanda kalau Anda makan terlalu banyak," ujar Heather Agee, MD dari John Hopkins Bayview Medical Center.

Cegukan juga bisa terjadi karena terlalu gugup, senang atau semangat yang berlebihan yang membuat diafragma berkontraksi. Meskipun belum ada penelitian ilmiah tentang cara untuk menyembuhkan cegukan, tapi gangguan ringan ini bisa diatasi dengan menahan napas sekitar 7 detik atau berkumur air minum di dalam tenggorokan. Cegukan terbilang tidak berbahaya, tapi jika tidak juga berhenti lebih dari 48 jam, perlu diwaspadai karena bisa menjadi gejala adanya masalah kesehatan yang lebih serius misalnya gangguan sistem syaraf pusat.

3. Mata Berkedut
Banyak yang mengaitkan kedutan sebagai sebuah firasat akan terjadinya sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan. Tapi secara ilmiah ada penjelasannya. Penyebab pasti kenapa otot dekat kelopak mata seringkali kejang masih menjadi misteri. Tapi beberapa dokter menyebutkan, kedutan terjadi karena kombinasi stres, kelelahan dan terlalu banyak konsumsi kafein.

Pada umumnya kedutan bisa berhenti sendiri dengan mengurangi kafein. Tapi sebaiknya perisakan ke dokter jika kedutan juga dirasakan di bagian wajah lainnya selain mata. Kedutan di wajah merupakan tanda Anda kekurangan kalsium atau kondisi yang lebih serius, misalnya Parkinson.

4. Pusing atau Lunglai Setelah Berdiri
Ketika Anda langsung berdiri setelah duduk atau tiduran lama, darah akan berkumpul di bagiah bawah. Otak sementara tidak menerima aliran darah dengan lancar dan Anda akan merasa sedikit pusing. Apabila menderita tekanan darah rendah, rasa pusing akan semakin hebat. Umumnya kondisi ini dipicu oleh dehidrasi --menyebabkan volume darah rendah-- atau suhu ruangan yang terlalu tinggi --mengakibatkan pembuluh darah membesar.

"Jika Anda dehidrasi atau berada di ruangan yang hawanya panas, pusing adalah hal yang umum terjadi," ujar Susan Joy, MD, direktur kesehatan wanita di Cleveland Clinic.

Kondisi ini patut diwaspadai apabila kepala terasa berputar setiap kali Anda berdiri dan terjadi beberapa kali dalam sehari. Kemungkinan disebabkan karena gangguan pada persendian atau obat yang dikonsumsi.

Baca juga artikel menarik lainnya tentang :
- 5 Cara Ampuh Untuk Mengatasi Keringat Berlebih

- 7 Cara Hemat Dalam Berbelanja Kosmetik

- 4 Tips Ampuh Mengatasi Luka Akibat Mencukur Bulu

Follow On Twitter